Showing posts with label Makalah Agama Islam. Show all posts
Showing posts with label Makalah Agama Islam. Show all posts

Thursday, November 1, 2012

Hukum Islam dalam Dinamika Kehidupan Sosial


BAB 1
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
           
            Pada dasarnya, Hukum Islam adalah peraturan-peraturan dan ketentuan-ketentuan yang berkenaan dengan kehidupan berdasarkan sumber hukum tersebut, yaitu Al-Qur’an dan AL-Hadis. Fungsi hukum itu sendiri ialah menegakan keadilan dalam kehidupan manusia.
            Hukum Islam di dalam kehidupan manusia sering kali mengalami masalah mengenai pengertiannya, proses pemanfaatannya dalam kehidupan. Padahal kita harus mengetahui dengan jelas apa yang di maksud dengan Hukum Islam, manfaatnya, sumber dan fungsinya dalam kehidupan sosial manusia. Dengan begitu kita dapat mengetahui kontribusi umat Islam dalam perumusan dan penegakan hukum di Indonesia. Masalah yang sering terjadi adalah bagaimana cara sesuatu yang wajib menurut hukum Islam menjadi wajib pula menurut perundang-undangan Nasional untuk mengatur kehidupan bermasyarakat. Kontribusi umat Islam sudah di nilai cukup banyak, seperti adanya perundang-undangan yang berhubungan dengan hukum Islam, tapi kembali ke masalah tersebut. Ini semua butuh proses dan waktu untuk merealisasikannya.
            Oleh karena itu, dalam makalah ini kami mencoba untuk menyampaikan apa itu Hukum Islam, sumber-sumber hukum Islam, pemanfaatan hukum Islam, dan Kontribusi umat Islam dalam penegakan hukum di Indonesia.

Akhlak dan Tasawuf


Akhlak dalam Islam
Kata akhlak berasal dari bahasa arab, yaitu jama’ dari kata khuluqun yang secara etimologis bermakna tabi’at, budi pekerti, adat dan kebiasaan. Sedangkan pendekatan lain bisa dari kata khalaqa sangat erat kaitannya dengan kata khaliq yang menciptakan dan makhluk yang diciptakan. Dari sini ada korelasi hubungan yang baik antara khaliq (Tuhan) dengan makhluk (manusia).
Definisi  akhlak secara terminologis :
1.      Ibnu Maskawaih menjelaskan bahwa akhlak adalah keadaan gerak jiwa yang mendorong manusia untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa ia memikirkan.
2.      Al-Ghazali akhlak adalah keadaan jiwa yang menumbuhkan perbuatan dengan mudah dilakukan tanpa perlu berfikir lebih lama.
3.      Ahmad Amin, akhlak adalah kehendak yang dibiasakan.
Model akhlak yang yang harus kita contoh dan teladani adalah akhlak Rasulullah Muhammad SAW. Sesuai firman Allah SWT dalam QS. Al-Qalm, (68):4, “Sesungguhnya, Engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti (khuluqin) yang luhur”. Karena itu, Rasulullah SAW merupakan teladan bagi umat manusia dalam mewujudkan akhlak mahmuda, akhlak yang islami. Hal ini dipertegas dalam QS. Al-Ahzab, (33):21, “Sesungguhnya telah ada pada diri Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak menyebut Allah.” Bahkan Nabi sendiri dalam sabdanya menjelaskan, “Sesungguhnya Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak.” (HR. Akhmad)
Adakah persamaan antara etika, moral dengan akhlak ? Pengertian etika, moral, dan akhlak terkesan sama, apalagi kalau ketiga istilah itu disandarkan pada Islam. Oleh karena itu, hal tersebut perlu dijelaskan, bahwa kata “etika” berasal dari bahasa Yunani, yaitu “ethos” artinya adat kebiasaan. Etika bisa saja merupakan istilah lain dari akhlak atau moral, tetapi memiliki perbedaan yang substansial karena konsep akhlak berasal dari pandangan agama terhadap tingkah laku manusia, sedangkan etika adalah pandangan tentang tingkah laku manusia dalam persfektif filsafat. Kalau ada persamaan adalah sama-sama membicarakan tabiat manusia.

Konsep Ketuhanan dalam Islam


KATA PENGANTAR
Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT, yang mana telah memberikan kami semua kekuatan serta kelancaran dalam menyelesaikan makalah mata kuliah Penidikan Agama yang berjudul “Konsep Ketuhanan dalam Islam.” dapat selesai seperti waktu yang telah kami rencanakan.
Tersusunnya karya ilmiah ini tentunya tidak lepas dari peran serta berbagai pihak yang telah memberikan bantuan secara materil dan spiritual, baik secara langsung maupun tidak langsung. Oleh karena itu kami menghaturkan rasa hormat dan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada semua pihak yang membantu dalam pembuatan makalah ini. Semoga Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang membalas budi baik yang tulus dan ihklas kepada semua pihak.
Tak ada gading yang tak retak, untuk itu kamipun menyadari bahwa makalah yang telah kami susun dan kami kemas masih memiliki banyak kelemahan serta kekurangan-kekurangan baik dari segi teknis maupun non-teknis. Untuk itu penulis membuka pintu yang selebar-lebarnya kepada semua pihak agar dapat memberikan saran dan kritik yang membangun demi penyempurnaan penulisan-penulisan mendatang. Dan apabila di dalam karya ilmiah ini terdapat hal-hal yang dianggap tidak berkenan di hati pembaca mohon dimaafkan.

Jakarta, 03 Oktober 2012
Penulis